KERIS

Mengkudu, Si Buruk Rupa Multiguna

Mengkudu, Si Buruk Rupa Multiguna

Posted by Wahyu on Mar 15 2005 - 16 comments

TUMBUHAN mengkudu (Morinda citrifolia) sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tumbuhan berbuah kuning pucat tersebut bisa ditemui di berbagai daerah. Biasanya tumbuh secara liar di pekarangan atau pinggir jalan. Selain mengkudu, nama lokal lain adalah pace, bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (Sunda), kondhuk (Madura), bangkudu (Batak), neteu (Mentawai), keumudee (Aceh), tibah (Bali) atau rewonang (Dayak). Namun secara internasional, mengkudu lebih dikenal sebagai “noni” yang merupakan sebutan khas orang Hawaii.

Sayangnya, karena kebodohan dan ketidaktahuan kita, buah mengkudu nyaris tidak mendapat perhatian. Apalagi bentuk buahnya yang cenderung bak si “buruk rupa” dan baunya kurang sedap menjadikan mengkudu seperti seorang penderita kusta yang tercampakan. Hanya sedikit orang yang mengonsumsinya, itu pun hanya dijadikan bahan rujak coel selingan karena bosan dengan buah lain.

Untuk sekian lama, mengkudu seperti musnah dalam kehidupan orang Indonesia dan nyaris tak ada orang yang merasa kehilangan. Pohon yang tersisa pun banyak ditebang. Baru kemudian ketika para ahli mengumumkan bahwa mengkudu sesungguhnya memiliki sifat multiguna sebagai tanaman obat, kita tersentak. Si “buruk rupa” pun kini banyak dicari orang dan menjadi salah satu primadona bisnis dengan omset miliaran rupiah.

“Back to nature”

Harus diakui, terangkatnya pamor mengkudu tidak terlepas dari fenomena back to nature yang kini banyak digandrungi orang. Khususnya sejak pakar tanaman obat Prof. Hembing Wijayakusumah memperkenalkan mengkudu sebagai salah satu tanaman obat berkhasiat. Berdasarkan catatan, terhitung sejak 1998 perkembangan pasar mengkudu di Tanah Air makin tak terbendung. Hanya dalam tempo 3 tahun, sedikitnya telah ada 50 perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan mengkudu, baik skala besar (pabrikan) maupun rumah tangga (home industry).

Hasil riset Lembaga Pengkajian Bisnis Pangan Bogor, dari 50 perusahaan tersebut, sedikitnya 900 juta liter sari mengkudu terjual tiap bulan. Jika pada tahun 1999 omzet bisnis mengkudu mencapai Rp 1,5 miliar, pada tahun 2001 menjadi Rp 40 miliar. Luar biasa. Sedangkan di seluruh dunia, omzet bisnis mengkudu mencapai angka 500 juta dolar AS. Dengan asumsi produksi setiap liter jus mengkudu membutuhkan 4-8 kg buah segar, berarti setiap bulan dibutuhkan 720-1.440 kg buah mengkudu segar untuk diolah (A.P. Bangun & Sarwono, Khasiat dan Manfaat Mengkudu, 2002).

Meski demikian, sebenarnya mengkudu sejak lama dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat. Setidaknya sejak 1500 tahun lalu penduduk Kepulauan Hawaii sudah menganggap mengkudu sebagai barang keramat. Mereka menyebutnya dengan nama “Noni” dan dipercaya memiliki banyak manfaat sebagai obat. Oleh karenanya, mengkudu pun mendapat julukan lain yakni sebagai Hawaiian magic plant karena tanaman ini dipercaya mampu mengobati berbagai jenis penyakit. Karena selalu mengonsumsi mengkudu, mereka merasa selalu sehat sepanjang tahun, tanpa gangguan penyakit yang berarti.

Demikian pula dengan masyarakat di sejumlah negara sudah sejak lama mengenal mengkudu sebagai tanaman obat multi khasiat. Khususnya bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, dan Karibia, mengkudu sudah cukup populer sebagai bahan pengobatan tradisional. Seluruh bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang hingga buah dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Meski saat itu secara medis belum terbukti, tapi secara empiris sudah banyak orang merasakan khasiatnya. Sampai-sampai tabib di Kepulauan Pasifik menganggap mengkudu sebagai tanaman suci.

Secara tradisional, bagian tumbuhan mengkudu digunakan dalam bentuk segar, sari buah atau seduhan, dan tapal. Pengetahuan mengenai khasiat, cara-cara pengobatan, jenis-jenis penyakit yang bisa disembuhkan, biasanya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikut. Akar misalnya, dimanfaatkan untuk mengobati kejang-kejang dan tetanus, menormalkan tekanan darah, obat demam, dan tonikum. Kulit batang digunakan sebagai tonikum, antiseptik pada luka atau pembengkakan kulit. Daunnya digunakan sebagai obat disentri, kejang usus, pusing, muntah-muntah, dan demam. Sedangkan buahnya untuk obat peluruh kemih, usus-usus, pelembut kulit, kejang-kejang, bengek, gangguan pernapasan, dan radang selaput sendi.

Sementara itu, secara modern, berdasarkan hasil penelitian dan riset tentang khasiat mengkudu, para ilmuwan Barat berhasil mengidentifikasi mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dr. Isabella Abbott misalnya, seorang ahli botani, pada tahun 1992 menulis, mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengontrol diabetes, kanker, dan tekanan darah tinggi. Kemudian pada 1993, jurnal Center Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences Jepang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman. Mereka mengklaim telah menemukan zat antikanker dalam buah mengkudu.

Yang agak populer tampaknya hasil survei yang dilakukan Dr. Neil Solomon terhadap 8.000 pemakai sari buah mengkudu, termasuk 40 dokter dan praktisi medis. Hasilnya memperlihatkan, jus mengkudu membantu menyembuhkan sejumlah penyakit. Sedikitnya ada 22 jenis penyakit, antara lain darah tinggi, kolesterol, stroke, kanker, asam urat, diabetes, kelemahan seksual, rasa nyeri, depresi, gangguan ginjal, dan stres dengan tingkat keberhasilan 78%. Selain itu, jus mengkudu efektif menyembuhkan gangguan pencernaan, obesitas, alergi, sulit tidur, meningkatkan daya konsentrasi hingga daya seksual.

Menurut hasil penelitian, selain mengandung zat nutrisi, “sang noni” juga mengandung zat aktif seperti terpenoid, antibakteri, scolopetin, antikanker, xeronine, proxeronine, pewarna alami, dan asam. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh tergolong lengkap di mengkudu. Terpenoid merupakan zat penting yang berfungsi membentuk tubuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan zat antibakteri dalam mengkudu antara lain antrakuninon, acubin, dan alizarin. Zat-zat tersebut di antaranya mampu mematikan bakteri penyebab infeksi jantung dan disentri.

Teliti sebelum beli

Kini, pemanfaatan mengkudu sebagai obat lebih banyak dikemas dalam bentuk jus atau sari buah. Buah mengkudu yang tidak enak rasanya dan beraroma kurang sedap, diolah sedemikian rupa sehingga lebih nikmat diminum seperti halnya sirup atau jus buah biasa. Agar lebih menarik, jus mengkudu juga dikemas dalam berbagai rasa. Ada juga yang diolah dalam bentuk kapsul. Di samping untuk keperluan obat yang dikonsumsi dalam bentuk jus, buah mengkudu juga dikemas dalam bentuk sampo, conditioner, hair tonic, dan hair treatment.

Jus mengkudu merupakan hasil ekstrak cairan buah mengkudu matang yang masih mengandung zat-zat aktif (fitonutrien) yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Zat tersebut merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel, dan memperbaiki sel-sel rusak maupun abnormal. Jus mengkudu yang baik berwarna cokelat kemerahan. Jika warnanya berubah menjadi hitam pekat, jus tersebut telah kehilangan aktivitas biologisnya dan tidak bermanfaat lagi. Selain itu yang harus diperhatikan adalah kandungan alkohol dalam jus mengkudu. Menurut pakar dan peneliti pangan IPB, Dr. Ir. Inggrid S. Waspodo, jus mengkudu yang diolah secara benar umumnya tidak mengandung alkohol. Di pasaran sendiri dikabarkan ada jus mengkudu yang kandungan alkoholnya sangat tinggi, yakni bisa mencapai 20%.

Inggrid yang merupakan peneliti pertama di Indonesia yang meneliti tentang manfaat buah mengkudu terhadap kesehatan manusia itu juga menyebutkan, ada beberapa produk jus mengkudu yang sengaja memfermentasi jus mengkudu dengan asumsi akan lebih berkhasiat dan enak rasanya. Padahal, asumsi seperti itu tidak benar. Menurut Inggrid, proses jus mengkudu yang tepat tidak melibatkan khamir di dalamnya dan kehadiran khamir secara spontan menunjukkan proses yang tidak higienis. Oleh karenanya, salah satu saran penting agar mendapatkan nilai positif bagi kesehatan dari konsumsi jus mengkudu, adalah teliti sebelum membeli.

“Pastikan dulu jus mengkudu yang akan dikonsumsi itu dalam keadaan segar dan diproses lewat pengolahan teknologi yang tepat serta higienis,” kata Inggrid. Selain itu, tentu saja keteraturan dalam mengonsumsi jus mengkudu sesuai anjuran.

Ternyata, di luar sifat multiguna sebagai tanaman yang berkhasiat mengobati berbagai jenis penyakit, mengkudu juga menimbulkan efek positif lain, yakni bisa menciptakan lapangan kerja baru dan sumber pendapatan serta kesejahteraan. Ini tidak lain karena berkat booming mengkudu, bisnis di seputar mengkudu pun turut berkembang. Salah satunya lewat sistem Uni Level Marketing (UNI), hampir sama dengan sistem MLM yang sudah lazim ditekuni sejumlah masyarakat.

Soal terbukanya peluang usaha ini diakui Ingen Bangun, Area Manager Balinony Wilayah Jawa Barat. Sebagai pelaku bisnis langsung yang sudah terjun sejak pertama kalinya bisnis mengkudu berkembang di Tanah Air, Ingen sudah merasakan dampak positif dari bisnis yang digelutinya. Ia menilai, prospek bisnisnya cukup bagus, terutama bagi kalangan generasi muda. “Daripada mencari-cari pekerjaan yang tidak jelas atau menjadi pegawai negeri dengan gaji tidak seberapa, lebih baik terjun dan tekuni bisnis mengkudu. Kalau bukan generasi muda, lantas siapa lagi yang akan memanfaatkan potensi dan peluang ini,” katanya penuh semangat. Betul juga ya. Muhtar/”PR”

baca juga:
http://laras.or.id
pasang iklan gratis http://kompasiklan.co.cc
laptop murah http://laptopcenter.blogsome.com

Mengkudu, Si Buruk Rupa Multiguna
Keris.blogs.ie - Indonesia news and Internet Hot issue

Share/Bookmark

16 comments Leave a comment

    Gravatar Image
  1. gak eroh

    Comment by tumbet — 4 April 2005 @ 3:40 pm

  2. Gravatar Image
  3. bagian-bagian pohon mengkudu

    Comment by eki — 18 April 2005 @ 7:26 pm

  4. Gravatar Image
  5. bagian-bagian pohon mengkudu

    Comment by eki — 18 April 2005 @ 7:27 pm

  6. Gravatar Image
  7. Apa anda sudah tau apa kata dokter dunia tentang mengkudu?
    Kunjungi www.dokter.plazabagus.com

    Comment by Solomon — 22 November 2005 @ 4:22 pm

  8. Gravatar Image
  9. kok inf ttg mengkudu byk bgt ya?
    gmn nyalinnya,,, tugasnya suru kmpulin bsok…
    (T_T)

    Comment by aga chanz eksnam — 5 March 2006 @ 5:08 pm

  10. Gravatar Image
  11. Tempat penghasil mengkudu dimana yach…

    Comment by bambang — 7 October 2006 @ 10:50 am

  12. Gravatar Image
  13. ada yang tau ga ya dimana kalo kita mau jual mengkudu partai banyak,soalnya ditempatku banyak banget buah mengkudu.

    mengkudu banyak diolah untuk obat herbal dan masarakat

    umum semakin banyak yang mengetahui. kalo bisa mengolah bisa di distribusikan ke pasar dan swalayan

    Comment by saprol — 14 March 2007 @ 7:05 am

  14. Gravatar Image
  15. maksud saya ada ga ya pabrikan yang menampung hasil panen buah mengkudu?kalo ada dimana?

    Comment by saprol — 15 March 2007 @ 11:54 pm

  16. Gravatar Image
  17. saya pengen nanya,apakah klo kita memeras air mengkudu secara langsung akan berkhasiat ato engga?

    Comment by neji — 28 March 2007 @ 5:55 pm

  18. Gravatar Image
  19. may 2007,petani sulit mencari pembeli mengkudu,terutama dlm bentuk powder,tolong dibantu yg tau pasar?

    Comment by morinda — 6 May 2007 @ 9:06 pm

  20. Gravatar Image
  21. gw lagi nyari mengkudu nih…ada yang mau jualkah ? kirim pm ke email gw ya’

    Comment by deddyadrian — 29 September 2007 @ 4:16 pm

  22. Gravatar Image
  23. Bagi siapa saja yang punya mengkudu dalam jumlah banyak dapat menjual kepada saya melalui email di alamat jantanxyz@yahoo.com.

    Comment by jojo — 24 March 2008 @ 12:35 pm

  24. Gravatar Image
  25. bagus!

    Comment by yuni — 19 June 2008 @ 2:36 pm

  26. Gravatar Image
  27. Mengkudu, bahannya Noni Tahitian ya. Temen saya bilang, katanya kandungan mengkudu di Tahiti dengan di Indonesia berbeda dan lain.

    Saya senang sekali dengan web ini, akhirnya menjawab pertanyaan saya selama ini tentang mengkudu.

    Salam,
    Hardi
    http://www.tanamanobatalami.com/

    Comment by Tanaman Obat — 11 April 2009 @ 9:26 pm

  28. Gravatar Image
  29. saya sudah mencoba buah mengkudu dan hasil nya sangat baik,alhamdullillah khasiat nya
    sangat terbukti…saat ini saya ingin sekali mencoba untuk bisnis buah mengkudu baik dalam bentuk jus
    maupun kapsul,akan tetapi permasalahan nya saat ini saya tidak tau dan memahami cara pengolahan yang baik dan benar..adakah dia antara saudara sekalian yang dapat membimbing saya dalam membuat jus mengkudu atau kapsul mengkudu untuk di produksi atau untuk saya jual kembali..mohon kira nya ada yang mau berbaik hati membantu saya..bila tidak keberatan mhn kirimkan cara pengolahan nya ke email saya>> farhansyah.ramadhan@gmail.com ....bagi anda yang telah mau membantu saya ucapkan beribu2
    terima kasih semoga yang maha kuasa dapat membalas kebaikan anda.terima kasih

    Comment by farhansyah — 19 May 2010 @ 6:35 pm

  30. Gravatar Image
  31. ada tabel yg berisi komposisi yg trkndung dalam air mhkdu g?

    thx b4

    Comment by intan — 20 June 2010 @ 5:18 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Page 1 | Page 2 | Page 3 | Page 4 | Page 5


Wayang rotator

.
March 2005
M T W T F S S
    Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
My Zimbio Get Chitika Premium Internet Marketing & SEO (Affiliates) - TOP.ORG Join My Community at MyBloglog! Travel Blogs - Blog Catalog Blog Directory TopOfBlogs Science Blogs Top Show all blogs live stats